Minggu, 08 Januari 2017

cerita singkat agar bisa menjadi pembisnis dan imam 4 madzhab

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum.Wr.wb
Baiklah dipertemuan kali ini kita akan membahas sedikit tentang “Luar biasa dari Rp.0 jadi Miliarder” dan “Kisah hidap Imam 4 Madzhab”. Di pembahasan ini kita langsung mengutip dari sumbernya/bukunya, namun tidak semua-nya kita ambil, hanya beberapa point penting saja yang diambil, atau lebih spesifikasinya adalah dirangkum. Baiklah ke pembahasan yang pertama yaitu “Luar biasa dari Rp.0 jadi Miliarder”
            Banyak orang yang beranggapan bahwa memulai sebuah bisnis itu harus memerlukan modal yang sangat besar. Memang itu sangatlah benar, namun tidak semata-mata modal merupakan dalam bentuk Uang. Ada modal yang sangat jauh lebih berharga dari hanya sekedar uang, yakni keberanian, pikiran, keyakinan serta kepribadian seseorang. Hal ini sudah banyak dicontohkan oleh banyak pebisnis sukses dunia. Sebut saja nama mereka seperti Bill Gates, Henry Ford, Condrad Hilton dan Li-kha Shing. Sementara itu pebisnis yang didalam negeri ialah Purdi.E Chandra, Susi Pudjiastuti, Bob Sadino, Made Ngurah Bagiana, dan nama-nama lainnya.
            Bahkan jauh beberapa ratus tahun lalu dari kota Makkah, seorang pemuda yang bernama Muhammad telah membuktikan bahwa untuk menjadi seorang pembisnis sukses yang memiliki bisnis besar tidaklah memerlukan modal uang semata. Jadi, sudah sepantasnya kita mengubah pola fikir kita yang menyatakan bahwa menjalankan bisnis sendiri itu memerlukan modal yang besar, karena semuanya itu tidak sepenuhnya benar.
Namun masih banyak orang yang ingin menjalankan sebuah usaha masih terhambat dengan modal, tapi ada juga sebagian orang yang tidak terhambat dengan modal. Selain masalah modal timbul lagi masalah lainnya, yaitu masalah keberanian. Karena kemungkina besar, apabila kita menggeluti dunia bisnis, pasti tidak akan jauh dari kata BANGKRUT atau RUGI. Dan ini juga menjadi penyebab salah satu dari hilangnya pekerjaan yang dimana disaat ini dari itu yang menghasilkan penghasilan.
            Sementara itu, ada juga sebagian orang yang sudah dikatakan memiliki modal yang cukup, namun tidak tahu harus mejalankan bisnis apa. Maka dari itu, balik ke atas lagi, ingin memulai sebuah bisnis itu tidak hanya dari modal semata, yaitu keyakinan, keberanian, keputusan dan tindakan. Apabila hanya memiliki modal saja, namun tidak memiliki 4 kriteria diatas, maka akan bingung sendiri mau bisnis apa, dan akhirnya uang akan habis dengan hal2 yang tidak jelas, dan bisnis pun akhirnya tidak jadi. Tapi apabila seseorang itu sudah memiliki 4 kriteria itu, maka dia akan dengan mantap menjalakan bisnisnya dan menjalankan dengan se-efisien mungkin, tidak menunda-nunda waktu dan tidak berfoya-foya. Maka akan sukses apabila sesorang itu sudah mantap dengan bisnis-nya, walaupun dia tau, tidak selamanya dia berada diatas, pasti suatu saat nanti akan ada masanya dia bangkrut, makanya kita butuh keyakinan yang kuat dan pikiran yang matang dan mantap. Karena semua itu akan hilang dan kembali kepada Allah SWT. Dan satu hal lagi semua apapun yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT, bukan milik kita pribadi, kita hanya meminjamnya kepada Allah.
Mungkin sekian dari ini... dan lanjut lagi ke “Kisah hidup Imam 4 Madzhab”

            Ummat Islam mana yang tidak kenal dengan 4 imam ini Abu Hanifah, Malik bin Anas, Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal. Ada juga sih, ummat Islam yang belum kenal dengan ke-4 Imam besar ini, yaitu ummat Islam yang mungkin belum mempelajari tentang mereka, jangankan mempelajari tentang mereka, dengar namanya saja mungkin sudah asing. Ya kita Husnudzon aja dengan mereka, mungkin juga Allah belum mengutus seseorang untuk memberitahu siapa ke-4 Imam ini. Baikalah ke-4 Imam ini adalah para Madzhab kebanggaan ummat Islam yang telah memberikan jasa besar bagi kaum Muslimin. Para Imam Madzhab tersebut bukan hanya sekedar berijtihad dan memutuskan suatu hukum, namu mereka  juga guru besar ilmu hadist di zamannya. Ke-4 Madzhab ini merupakan Madzhab mayoritas yang dianut oleh kebanyak ummat Islam sepanjang perjalanan 14 abad ini.
Para imam 4 Madzhab ini tidak hanya mewarisi risallah Nabi Muhammad SAW, tetapi mereka juga mewarisi misi dakwah, akhlak, ke-istiqomahan, keteguhan, kesabaran, semangat dan perjuangan. Mereka memperjuangkan agama Islam tanpa pernah merasa khawatir dan takut terhadap celaan dan hinaan dari orang-orang kafir. Karena mereka adalah pewaris para Nabi.
Baiklah kita akan membahas tentang ke-4 Imam ini.
·         Abu Hanifah
An-Nu’man bin Tsabit At-Taimi Al-Kufi. Abu Hanifah, Imam kalangan ber-madzhab Hanafiyah. Seorang Faqih (Ahil fiqih), Mutjahid(ahli ijtihad), dan Muhaqqiq(ulama peneliti dan pengkaji). Ia merupakan salah satu dari 4 imam Alhusunnah. Dikatakan, bahwa aslinya dari Persia, lahir dan besar di Kuffah, berpropesi sebagai penjual kain sutra. Beliau sudah menuntut ilmu sejak dari kecil, setelah dewasa beliau fokus mengajar dan memberi fatwa. Ketika berbagai macam fitnah mulai menerpa Irak pada tahun 130 H, ia melarikan diri ke Mekkah dan menetap disana, untuk beberapa tahun sampai keturunan Abbas berkuasa. Selama berada di Mekkah dia mengajar Fiqih dan hadist.
      Beliau memiliki hujjah yang kuat dan termasuk paling fasih berbicara. Imam Malik memberikan testimoni tentang-nya. “Aku melihat seseorang yang andai aku berkata padanya agar mengubah tiang menjadi emas, tentu ia dapat menyampaikan hujjahnya”.
Berakhlak mulia, murah hati, baik tuturnya dan para rupanya, bersuara lantang, ia berbicara dengan lancar dan suaranya yang menggema. Imam Asy-Syafi’i berkata, “Di bidang fiqih, orang-orang bergantung pada Abu Hanifah. Dikenal wara’, zuhud dan ahli ibadah. Abu Hanifah disebut “pasak” karena banyak sholatnya. Disaat aku berjalan bersama Abu Hanifah, tanpa diduga aku mendengar seseorang berkata pada temannya, “Dia ini Abu Hanifah. Dia tidak pernah tidur malam”Abu Hanifah berkata Demi Allah jangan ada yang membicarakan tentang aku apa yang tidak aku lakukan dan kerjakan
      Abu Hanifah menghidupkan malam dengan sholat, memohon dan berdoa. Membaca Al-Quran secara keseluruhan dalam satu rakaat. Abu Hanifah bernadzar ketika bersumpah dengan nama Allah dengan benar, ia akan bersedekah 1 dinar. Setiap kali memberikan nafkah kepada orang-orang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, Abu Hanifah selalu menyedekahkan jumlah sepertinya.
Umar bin Hubairah pernah menginginkan Abu Hanifah mejabat menjadi hakim di Baghdad. Abu Hanifah enggan meneri keinginannya hingga Khalifah bersumpah Abu Hanifah akan melakukannya, lalu Abu  Hanifah bersumpah untuk tidak melakukannya. Al-Manshur menahannya hinggal beliau meninggal dunia.
·         Imam malik
Patutkah fatwa disampaikan sementara Imam Malik ada di Madinah ?? Apabila atsar datang, Imam Malik adalah bintangnya. Imam Malik adalah pemimpin para Fuqaha dan syaikh para ahli hadist. Syiakhul Islam, hujjah dimasanya, imam Darul Hijrah, ahli berfikir dan memetik pelajaran, guru sepanjang masa pemilik madzhab Maliki yang ternama, Malik bin Annas Al-Ashbani Al-Madini At-Taimi. Keturunan bangsawan, berasal dari arab, lahir pada tahun 93 H di Madinah Al-Munawwarah.
      Beliau mencintai ilmu sejak masih kecil. Tumbuh besar diatas ilmu. Ibunya mengenakan pakaian ilmu kepadanya. Sang ibu mewasiatkan kepadanya adab dan kesabaran, beliau pun antusias belajar dan menuntu ilmu, menulis dan mencatat, hingga mengungguli teman-teman sebayanya. Ia memimpin para tokoh hafizh dan ahli hadist, fasih dan ahli tafsir, sastrawan dan faqih. Ia mengetahui kondisi para perawi hadist, tahu mana hadist yang terhubung sanadnya dan mana hadist yang mursal. Ia mengumpulkan ilmu dari mulut dan dari dada para guru, dari berbagai negeri dan perbatasan. Ia bergaul dengan orang-orang yang terpuji dan bijak seperti Rabi’ah imam para fuqaha, dan Az-Zuhri sultan para ulama.
      Berperawakan tinggi, besar dan bagus. Beliau memiliki riwayat hidup yang baik, bentuk tubuh yang bagus, terbilang rupawan, memiliki mata yang indah, memiliki penampilan yang tiada duanya, sedikit bicaranya. Majelisnya dipenuhi dengan ketenangan, ilmu dan keutamaan.
Ia sangat mencintai Rasullullah SAW, sehingga ia tidak pernah menunggangi hewan di Madinah, tidak mendahulukan pendapat apapun diatas sabda beliau, mengumpulkan hadist-hadist shahih dalam kitab Al-Muwaththa’ nya yang sangat berharga sehingga terbilang sebagai orang yang pertama mengumpulkan hadist-hadist shahih, membukukan ta’dil dan jarh
      Beliau adalah bintang atsar, hadist dan kabar, imam riwayat, samudra dirayah, tidak menyampaikan fatwa sebelum merenung, berfikir dan menganalisa. Ia menyampaikan fatwa meski sebelum menginjak usia 20 tahun di tengah ulama terdepan, orang-orang yang percaya kepada pendapatnya, antusias pada ilmu dan akalnya.
      Sosok nan wara’ dan adil, berilmu nan selektif, ditakuti setan dan sultan, memiliki perangai yang sangat terpuji dan tindakan baik. Ia dikenal dengan serangkaian keramahan, pemikiran dan mukasyafah, orang-orang berdatangan kepadanya dari segala untuk meminum hadistnya yang tawar.
Setelah melalui hidup dengan penuh jihad, berbagi, berinfak dan penuh dengan pujian, Allah memilihnya untuk pulang ke haribaan-Nya untuk bersenang-senang dalam rahmat dan ampunan-Nya. Beliau wafat pada tahun 179 H. Jenazahnya dimandikan sejumlah orang tsiqah, diantarkan banyak orang dan dimakamkan di Baqi’.
·         Imam Syafi’i
Para ahli hadist tidur hingga Imam Syafi’i membangunkan mereka. Andaikan akal manusia ditimbang, tentu Imam Syafi’i memimpin mereka.
Beliau adalah lentera para Ulama, sastrawan dan fuqaha dan faqih pada sastrawan. Fisik dan akhlaknya nyaris sempurna. Berjuang menghadapi duri-duri kemiskinan hingga sampai ketaman ilmu. Sejarah mencatat hidupnya dengan pena cahaya. Andaikan ia banyak mendengar hadist, tentu ummat Muhammad SAW sudah cukup dengannya dan tidak memerlukan fuqaha lainnya. Beliau membentangkan ke-2 tangannya untuk berinfak. Menggariskan senyuman dibibir nan miskin.
Beliau adalah samudra ilmu, imam bahasa Arab, Muhammad bin Idri bin Abbas bin Syafi’ Al-Hasyimi Al-Qurasy. Nasabnya terhubung hingga Nabi SAW, dikenal dengan keturunan Muththallib. Ibunya Fatimah binti Ubaidillah bin Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, satu diantara 4 Imam Ahlusunnah, pemilik Madzhab Syafi’i, kepadanya Syafi’iyah dinisbatkan, satu-satunya dimasanya reformis dan abad 2 Hijjriyah
            Beliau lahir di Gaza pada tahun 150 H. Ibunya khawatir nasabnya hilang. Akhirnya ibunya membawa beliau kembali ke keluarganya di Mekkah saat ia masih kecil. Ia tumbuh besar sebagai anak yatim nan miskin. Belajar Al-Quran hingga hafal, setelah itu pergi ke pedalaman dan mengumpulkan syair, bahasa Arab dan sejarah selama 20 tahun. Beliau menuturkan “Itu semua aku pelajari untuk mempermudah belajar ilmu fiqih”
            Hafal kitab Al-Muwaththa’saat masih kecil, setelah itu datang kepada Imam Malik dan membacakan kitab Al-Muwaththa’ di hadapannya. Imam Malik sangat terkesima dengan bacannya dan bahasa Arabnya. Setelah itu dia berguru kepada Imam Mekkah dan Madinah, meminum dari sumber mata air mereka nan jernih, dengan kecerdasan dan kekuatan akal yang dimiliki, ia menungguli teman sebayanya. Ia sosok dermawan, murah hati, fasih, bijak dan ahli dalam menyimpulkan makna-makna
            Beliau adalah ensiklopedi berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu Nasab, ilmu para perawi, ilmu jarh dan ta’dil, pengobatan, dan astronomi. Memiliki hujja yang sangat kuat dan ahli dalam berdebat dan memuaskan mereka yang tidak sependapat dengannya. Ia memiliki kelebihan diatas para ulama dan fuqaha lainnya.
            Ahmad bin Hanbal berkata, “Tidak ada satu ahli hadist pun yang menyentuh tinta dan pena kecuali Imam Syafi’i pasti memiliki jasa”. Az-Za’farani berkata. “Para ahli hadist tidur hingga Imam Syafi’i membangunkan mereka”.
            Imam Syafi’i meninggal dunia di Mesir pada hari kamis selepas sholat Maghrib, dimakamkan pada waktu Ashar hari jumat, hari terakhir bulan Rajab. Saat orang-orang pulang mengantar jenazahnya, mereka melihat hilal bulan sya’ban tahun 204 H. Imam Syafi’i meninggal dunia pada usia 54 tahun
·         Imam Ahmad
Beliau adalah orang yang menghidupkan ummat. Andai ia ada ditengah-tengaj Bani Israil, tentu dia adalah sebuah mukjizat. Ia adalah orang yang dimana Syahwat didalam hatinya sudah menua. Ia adalah pahlawan ditengah ummat, singa ditengah ujian, mengalahkan pedang dengan imannya, mengalahkan cambuk dengan keteguhannya, mahkota para ulama, pelita bagi orang-orang yang betaqwa. Ahmad bi Hanbal Asy-Syaibani, imam Arab, faqih para ahli hadist, Syeikh para fuqaha.
Ia tumbuh besar sebagai anak yatim, dikenal dengan wara; sejak masih kecil, menghabiskan masa kecilnya dengan menuntut ilmu dengan tekun dalam adab dan kesabaran. Dengan fitrah yang bertakwa dan jiwa yang diridhoi Allah SWT, ia hafal Al-Quran dan Hadist yang agung.
Kisah hidup beliau sangat indah, berhati bersih, kuat hati, dan sangat teguh imannya. Keutamaannya banyak dan perangainya yang sangat agung, kelebihan-kelebihannya terpuji, banyak memiliki budi perkerti baik, dan memiliki tata keramah. Beliau adalah orang yang lemah lembut, ramah bergaul, indah kesabarannya, banyak bersyukur, memiliki kerendahan hati, sifat malu, suka berinfak, dan rendah hati.
Beliau berparas rupawan, bagus perawakannya, tidak jangkung dan tidak pula pendek. Pakaiannya tebal, hidupnya sengsara namun meraih penghormatan dan kekaguman. Ia mudah memenuhi permintaan orang lain, memandang dunia sebagai sesuatu yang pasti akan lenyap, tidak membanggakan dunia yang dimiliki, tidak sedih atas apa yang tidak didapatkan, siapapun yang melihatnya maka akan segan kepadanya, dan siapa yang bergaul padanya maka akan mencintainya.
Bicaranya dzikir, diamnya berfikir, pemimpin para ulama, pemilik keutamaan dan pujian, menegaskan bahwa Al-Quran kalam Allah, mukjizat Rabb dan penolongnya. Ia menjauhi para amir, mendekati orang-orang yang fakir, suka menyendiri, fitnah tidak mengendurkan semangatnya, lebih suka untuk tidak dikenal, hidup dengan hati yang takut, nurani yang gemetar, banyak mengharap pengampunan Allah, banyak berdoa, dilempar dalam kobaran api fitnah dan keluar menjadi emas, hujjah bagi ummat manusia, banyak berpuasa dan sholat malam.
Beliau gemar beribadah sehingga memiliki olah spiritual, makanan yang ia suka adalah yang sedikit, perbuatan yang ia suka adalah perbuatan yang luhur. Meninggal dunia pada hari jumat tahun 241 H. Jin, manusia, pepohonan, hewan bahkan batu menangis kepergiannya. Jenazahnya dishalati oleh 1 juta dari kaum laki-laki dan 600 ribu dari kalangan perempuan


Alhamdulillah mungkin sekian dulu dari riwayat para 4 madzhab ini. Masyallah sungguh luar biasa cerita kehidupan mereka, sungguh mulia hidup mereka, tidak ada 1 titikpun cerita dari keburukan mereka. Mungkin apabila mereka membuat 1 kesalahan, jangankan 1 setitik kesalahan, mungkin mereka langsung bertaubat. Apakah kita bisa seperti mereka ?? Inshallah bisa, apabila kita bersungguh-sungguh seperti mereka, ya kunci utamanya ialah kesabaran, dan yang kedua niat dan kesungguhan. Mereka juga manusia biasa juga seperti kita, namun karna kesungguhan mereka untuk menuntu ilmu, jangankan dunia akhiratpun sudah mereka capai.
Mungkin sekian dari penulis lebih dan kurang penulis minta maaf, karena penulis juga manusia biasa, kesalahan datangnya dari penulis dan kebenaran hanya datang dari Allah

Assalamualaikum Wr.WB



Adapun foto-foto saya yang sedang mengkuti workshop / seminar 2016





 Hehe maaf fotonya di Blur soalnya ada Akhwat yang ikut foto, untuk menghindari fitnah dari orang lain :)


Dan saya juga lagi selfie sama buku