بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum.Wr.wb
Baiklah
dipertemuan kali ini kita akan membahas sedikit tentang “Luar biasa dari
Rp.0 jadi Miliarder” dan “Kisah hidap Imam 4 Madzhab”. Di pembahasan
ini kita langsung mengutip dari sumbernya/bukunya, namun tidak semua-nya kita
ambil, hanya beberapa point penting saja yang diambil, atau lebih
spesifikasinya adalah dirangkum. Baiklah ke pembahasan yang pertama yaitu “Luar
biasa dari Rp.0 jadi Miliarder”
Banyak orang yang beranggapan bahwa
memulai sebuah bisnis itu harus memerlukan modal yang sangat besar. Memang itu
sangatlah benar, namun tidak semata-mata modal merupakan dalam bentuk Uang. Ada
modal yang sangat jauh lebih berharga dari hanya sekedar uang, yakni
keberanian, pikiran, keyakinan serta kepribadian seseorang. Hal ini sudah
banyak dicontohkan oleh banyak pebisnis sukses dunia. Sebut saja nama mereka
seperti Bill Gates, Henry Ford, Condrad Hilton dan Li-kha Shing. Sementara itu
pebisnis yang didalam negeri ialah Purdi.E Chandra, Susi Pudjiastuti, Bob
Sadino, Made Ngurah Bagiana, dan nama-nama lainnya.
Bahkan jauh beberapa ratus tahun
lalu dari kota Makkah, seorang pemuda yang bernama Muhammad telah membuktikan
bahwa untuk menjadi seorang pembisnis sukses yang memiliki bisnis besar tidaklah
memerlukan modal uang semata. Jadi, sudah sepantasnya kita mengubah pola fikir
kita yang menyatakan bahwa menjalankan bisnis sendiri itu memerlukan modal yang
besar, karena semuanya itu tidak sepenuhnya benar.
Namun masih
banyak orang yang ingin menjalankan sebuah usaha masih terhambat dengan modal,
tapi ada juga sebagian orang yang tidak terhambat dengan modal. Selain masalah
modal timbul lagi masalah lainnya, yaitu masalah keberanian. Karena kemungkina
besar, apabila kita menggeluti dunia bisnis, pasti tidak akan jauh dari kata
BANGKRUT atau RUGI. Dan ini juga menjadi penyebab salah satu dari hilangnya
pekerjaan yang dimana disaat ini dari itu yang menghasilkan penghasilan.
Sementara itu, ada juga sebagian
orang yang sudah dikatakan memiliki modal yang cukup, namun tidak tahu harus
mejalankan bisnis apa. Maka dari itu, balik ke atas lagi, ingin memulai sebuah
bisnis itu tidak hanya dari modal semata, yaitu keyakinan, keberanian,
keputusan dan tindakan. Apabila hanya memiliki modal saja, namun tidak memiliki
4 kriteria diatas, maka akan bingung sendiri mau bisnis apa, dan akhirnya uang
akan habis dengan hal2 yang tidak jelas, dan bisnis pun akhirnya tidak jadi.
Tapi apabila seseorang itu sudah memiliki 4 kriteria itu, maka dia akan dengan
mantap menjalakan bisnisnya dan menjalankan dengan se-efisien mungkin, tidak
menunda-nunda waktu dan tidak berfoya-foya. Maka akan sukses apabila sesorang
itu sudah mantap dengan bisnis-nya, walaupun dia tau, tidak selamanya dia
berada diatas, pasti suatu saat nanti akan ada masanya dia bangkrut, makanya
kita butuh keyakinan yang kuat dan pikiran yang matang dan mantap. Karena semua
itu akan hilang dan kembali kepada Allah SWT. Dan satu hal lagi semua apapun
yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT, bukan milik kita pribadi, kita
hanya meminjamnya kepada Allah.
Mungkin
sekian dari ini... dan lanjut lagi ke “Kisah hidup Imam 4 Madzhab”
Ummat Islam
mana yang tidak kenal dengan 4 imam ini Abu Hanifah, Malik bin Anas, Syafi’i
dan Ahmad bin Hanbal. Ada juga sih, ummat Islam yang belum kenal dengan ke-4
Imam besar ini, yaitu ummat Islam yang mungkin belum mempelajari tentang
mereka, jangankan mempelajari tentang mereka, dengar namanya saja mungkin sudah
asing. Ya kita Husnudzon aja dengan mereka, mungkin juga Allah belum mengutus
seseorang untuk memberitahu siapa ke-4 Imam ini. Baikalah ke-4 Imam ini adalah
para Madzhab kebanggaan ummat Islam yang telah memberikan jasa besar bagi kaum
Muslimin. Para Imam Madzhab tersebut bukan hanya sekedar berijtihad dan
memutuskan suatu hukum, namu mereka juga
guru besar ilmu hadist di zamannya. Ke-4 Madzhab ini merupakan Madzhab
mayoritas yang dianut oleh kebanyak ummat Islam sepanjang perjalanan 14 abad
ini.
Para imam 4 Madzhab ini tidak hanya mewarisi risallah Nabi
Muhammad SAW, tetapi mereka juga mewarisi misi dakwah, akhlak, ke-istiqomahan,
keteguhan, kesabaran, semangat dan perjuangan. Mereka memperjuangkan agama
Islam tanpa pernah merasa khawatir dan takut terhadap celaan dan hinaan dari
orang-orang kafir. Karena mereka adalah pewaris para Nabi.
Baiklah kita akan membahas tentang ke-4 Imam ini.
·
Abu Hanifah
An-Nu’man
bin Tsabit At-Taimi Al-Kufi. Abu Hanifah, Imam kalangan ber-madzhab Hanafiyah.
Seorang Faqih (Ahil fiqih), Mutjahid(ahli ijtihad), dan Muhaqqiq(ulama
peneliti dan pengkaji). Ia merupakan salah satu dari 4 imam Alhusunnah.
Dikatakan, bahwa aslinya dari Persia, lahir dan besar di Kuffah, berpropesi
sebagai penjual kain sutra. Beliau sudah menuntut ilmu sejak dari kecil,
setelah dewasa beliau fokus mengajar dan memberi fatwa. Ketika berbagai macam
fitnah mulai menerpa Irak pada tahun 130 H, ia melarikan diri ke Mekkah dan
menetap disana, untuk beberapa tahun sampai keturunan Abbas berkuasa. Selama
berada di Mekkah dia mengajar Fiqih dan hadist.
Beliau
memiliki hujjah yang kuat dan termasuk paling fasih berbicara. Imam Malik
memberikan testimoni tentang-nya. “Aku melihat seseorang yang andai aku berkata
padanya agar mengubah tiang menjadi emas, tentu ia dapat menyampaikan
hujjahnya”.
Berakhlak mulia, murah hati, baik tuturnya dan
para rupanya, bersuara lantang, ia berbicara dengan lancar dan suaranya yang
menggema. Imam Asy-Syafi’i berkata, “Di bidang fiqih, orang-orang bergantung
pada Abu Hanifah. Dikenal wara’, zuhud dan ahli ibadah. Abu Hanifah disebut
“pasak” karena banyak sholatnya. Disaat aku berjalan bersama Abu Hanifah, tanpa
diduga aku mendengar seseorang berkata pada temannya, “Dia ini Abu Hanifah. Dia
tidak pernah tidur malam”Abu Hanifah berkata Demi Allah jangan ada yang
membicarakan tentang aku apa yang tidak aku lakukan dan kerjakan”
Abu
Hanifah menghidupkan malam dengan sholat, memohon dan berdoa. Membaca Al-Quran
secara keseluruhan dalam satu rakaat. Abu Hanifah bernadzar ketika bersumpah
dengan nama Allah dengan benar, ia akan bersedekah 1 dinar. Setiap kali
memberikan nafkah kepada orang-orang dan keluarga yang menjadi tanggungannya,
Abu Hanifah selalu menyedekahkan jumlah sepertinya.
Umar bin Hubairah pernah menginginkan Abu Hanifah
mejabat menjadi hakim di Baghdad. Abu Hanifah enggan meneri keinginannya hingga
Khalifah bersumpah Abu Hanifah akan melakukannya, lalu Abu Hanifah bersumpah untuk tidak melakukannya.
Al-Manshur menahannya hinggal beliau meninggal dunia.
·
Imam malik
Patutkah
fatwa disampaikan sementara Imam Malik ada di Madinah ?? Apabila atsar datang,
Imam Malik adalah bintangnya. Imam Malik adalah pemimpin para Fuqaha dan syaikh
para ahli hadist. Syiakhul Islam, hujjah dimasanya, imam Darul Hijrah, ahli
berfikir dan memetik pelajaran, guru sepanjang masa pemilik madzhab Maliki yang
ternama, Malik bin Annas Al-Ashbani Al-Madini At-Taimi. Keturunan bangsawan,
berasal dari arab, lahir pada tahun 93 H di Madinah Al-Munawwarah.
Beliau
mencintai ilmu sejak masih kecil. Tumbuh besar diatas ilmu. Ibunya mengenakan
pakaian ilmu kepadanya. Sang ibu mewasiatkan kepadanya adab dan kesabaran,
beliau pun antusias belajar dan menuntu ilmu, menulis dan mencatat, hingga
mengungguli teman-teman sebayanya. Ia memimpin para tokoh hafizh dan ahli
hadist, fasih dan ahli tafsir, sastrawan dan faqih. Ia mengetahui kondisi para
perawi hadist, tahu mana hadist yang terhubung sanadnya dan mana hadist yang
mursal. Ia mengumpulkan ilmu dari mulut dan dari dada para guru, dari berbagai
negeri dan perbatasan. Ia bergaul dengan orang-orang yang terpuji dan bijak
seperti Rabi’ah imam para fuqaha, dan Az-Zuhri sultan para ulama.
Berperawakan
tinggi, besar dan bagus. Beliau memiliki riwayat hidup yang baik, bentuk tubuh
yang bagus, terbilang rupawan, memiliki mata yang indah, memiliki penampilan
yang tiada duanya, sedikit bicaranya. Majelisnya dipenuhi dengan ketenangan,
ilmu dan keutamaan.
Ia sangat mencintai Rasullullah SAW, sehingga ia
tidak pernah menunggangi hewan di Madinah, tidak mendahulukan pendapat apapun
diatas sabda beliau, mengumpulkan hadist-hadist shahih dalam kitab
Al-Muwaththa’ nya yang sangat berharga sehingga terbilang sebagai orang yang
pertama mengumpulkan hadist-hadist shahih, membukukan ta’dil dan jarh
Beliau
adalah bintang atsar, hadist dan kabar, imam riwayat, samudra dirayah, tidak
menyampaikan fatwa sebelum merenung, berfikir dan menganalisa. Ia menyampaikan
fatwa meski sebelum menginjak usia 20 tahun di tengah ulama terdepan,
orang-orang yang percaya kepada pendapatnya, antusias pada ilmu dan akalnya.
Sosok
nan wara’ dan adil, berilmu nan selektif, ditakuti setan dan sultan, memiliki
perangai yang sangat terpuji dan tindakan baik. Ia dikenal dengan serangkaian
keramahan, pemikiran dan mukasyafah, orang-orang berdatangan kepadanya dari
segala untuk meminum hadistnya yang tawar.
Setelah melalui hidup dengan penuh jihad, berbagi,
berinfak dan penuh dengan pujian, Allah memilihnya untuk pulang ke haribaan-Nya
untuk bersenang-senang dalam rahmat dan ampunan-Nya. Beliau wafat pada tahun
179 H. Jenazahnya dimandikan sejumlah orang tsiqah, diantarkan banyak
orang dan dimakamkan di Baqi’.
·
Imam Syafi’i
Para
ahli hadist tidur hingga Imam Syafi’i membangunkan mereka. Andaikan akal
manusia ditimbang, tentu Imam Syafi’i memimpin mereka.
Beliau
adalah lentera para Ulama, sastrawan dan fuqaha dan faqih pada sastrawan. Fisik
dan akhlaknya nyaris sempurna. Berjuang menghadapi duri-duri kemiskinan hingga
sampai ketaman ilmu. Sejarah mencatat hidupnya dengan pena cahaya. Andaikan ia
banyak mendengar hadist, tentu ummat Muhammad SAW sudah cukup dengannya dan
tidak memerlukan fuqaha lainnya. Beliau membentangkan ke-2 tangannya untuk
berinfak. Menggariskan senyuman dibibir nan miskin.
Beliau
adalah samudra ilmu, imam bahasa Arab, Muhammad bin Idri bin Abbas bin Syafi’
Al-Hasyimi Al-Qurasy. Nasabnya terhubung hingga Nabi SAW, dikenal dengan
keturunan Muththallib. Ibunya Fatimah binti Ubaidillah bin Hasan bin Husain bin
Ali bin Abi Thalib, satu diantara 4 Imam Ahlusunnah, pemilik Madzhab Syafi’i,
kepadanya Syafi’iyah dinisbatkan, satu-satunya dimasanya reformis dan abad 2
Hijjriyah
Beliau lahir
di Gaza pada tahun 150 H. Ibunya khawatir nasabnya hilang. Akhirnya ibunya
membawa beliau kembali ke keluarganya di Mekkah saat ia masih kecil. Ia tumbuh
besar sebagai anak yatim nan miskin. Belajar Al-Quran hingga hafal, setelah itu
pergi ke pedalaman dan mengumpulkan syair, bahasa Arab dan sejarah selama 20
tahun. Beliau menuturkan “Itu semua aku pelajari untuk mempermudah belajar ilmu
fiqih”
Hafal kitab
Al-Muwaththa’saat masih kecil, setelah itu datang kepada Imam Malik dan
membacakan kitab Al-Muwaththa’ di hadapannya. Imam Malik sangat terkesima
dengan bacannya dan bahasa Arabnya. Setelah itu dia berguru kepada Imam Mekkah
dan Madinah, meminum dari sumber mata air mereka nan jernih, dengan kecerdasan
dan kekuatan akal yang dimiliki, ia menungguli teman sebayanya. Ia sosok
dermawan, murah hati, fasih, bijak dan ahli dalam menyimpulkan makna-makna
Beliau
adalah ensiklopedi berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu Nasab, ilmu para
perawi, ilmu jarh dan ta’dil, pengobatan, dan astronomi. Memiliki hujja yang
sangat kuat dan ahli dalam berdebat dan memuaskan mereka yang tidak sependapat
dengannya. Ia memiliki kelebihan diatas para ulama dan fuqaha lainnya.
Ahmad bin
Hanbal berkata, “Tidak ada satu ahli hadist pun yang menyentuh tinta dan pena
kecuali Imam Syafi’i pasti memiliki jasa”. Az-Za’farani berkata. “Para ahli
hadist tidur hingga Imam Syafi’i membangunkan mereka”.
Imam Syafi’i
meninggal dunia di Mesir pada hari kamis selepas sholat Maghrib, dimakamkan
pada waktu Ashar hari jumat, hari terakhir bulan Rajab. Saat orang-orang pulang
mengantar jenazahnya, mereka melihat hilal bulan sya’ban tahun 204 H. Imam
Syafi’i meninggal dunia pada usia 54 tahun
·
Imam Ahmad
Beliau
adalah orang yang menghidupkan ummat. Andai ia ada ditengah-tengaj Bani Israil,
tentu dia adalah sebuah mukjizat. Ia adalah orang yang dimana Syahwat didalam
hatinya sudah menua. Ia adalah pahlawan ditengah ummat, singa ditengah ujian,
mengalahkan pedang dengan imannya, mengalahkan cambuk dengan keteguhannya,
mahkota para ulama, pelita bagi orang-orang yang betaqwa. Ahmad bi Hanbal
Asy-Syaibani, imam Arab, faqih para ahli hadist, Syeikh para fuqaha.
Ia
tumbuh besar sebagai anak yatim, dikenal dengan wara; sejak masih kecil,
menghabiskan masa kecilnya dengan menuntut ilmu dengan tekun dalam adab dan
kesabaran. Dengan fitrah yang bertakwa dan jiwa yang diridhoi Allah SWT, ia
hafal Al-Quran dan Hadist yang agung.
Kisah
hidup beliau sangat indah, berhati bersih, kuat hati, dan sangat teguh imannya.
Keutamaannya banyak dan perangainya yang sangat agung, kelebihan-kelebihannya
terpuji, banyak memiliki budi perkerti baik, dan memiliki tata keramah. Beliau adalah
orang yang lemah lembut, ramah bergaul, indah kesabarannya, banyak bersyukur,
memiliki kerendahan hati, sifat malu, suka berinfak, dan rendah hati.
Beliau
berparas rupawan, bagus perawakannya, tidak jangkung dan tidak pula pendek. Pakaiannya
tebal, hidupnya sengsara namun meraih penghormatan dan kekaguman. Ia mudah
memenuhi permintaan orang lain, memandang dunia sebagai sesuatu yang pasti akan
lenyap, tidak membanggakan dunia yang dimiliki, tidak sedih atas apa yang tidak
didapatkan, siapapun yang melihatnya maka akan segan kepadanya, dan siapa yang
bergaul padanya maka akan mencintainya.
Bicaranya
dzikir, diamnya berfikir, pemimpin para ulama, pemilik keutamaan dan pujian,
menegaskan bahwa Al-Quran kalam Allah, mukjizat Rabb dan penolongnya. Ia menjauhi
para amir, mendekati orang-orang yang fakir, suka menyendiri, fitnah tidak
mengendurkan semangatnya, lebih suka untuk tidak dikenal, hidup dengan hati
yang takut, nurani yang gemetar, banyak mengharap pengampunan Allah, banyak
berdoa, dilempar dalam kobaran api fitnah dan keluar menjadi emas, hujjah bagi
ummat manusia, banyak berpuasa dan sholat malam.
Beliau
gemar beribadah sehingga memiliki olah spiritual, makanan yang ia suka adalah
yang sedikit, perbuatan yang ia suka adalah perbuatan yang luhur. Meninggal dunia
pada hari jumat tahun 241 H. Jin, manusia, pepohonan, hewan bahkan batu
menangis kepergiannya. Jenazahnya dishalati oleh 1 juta dari kaum laki-laki dan
600 ribu dari kalangan perempuan
Alhamdulillah
mungkin sekian dulu dari riwayat para 4 madzhab ini. Masyallah sungguh luar
biasa cerita kehidupan mereka, sungguh mulia hidup mereka, tidak ada 1 titikpun
cerita dari keburukan mereka. Mungkin apabila mereka membuat 1 kesalahan,
jangankan 1 setitik kesalahan, mungkin mereka langsung bertaubat. Apakah kita
bisa seperti mereka ?? Inshallah bisa, apabila kita bersungguh-sungguh seperti
mereka, ya kunci utamanya ialah kesabaran, dan yang kedua niat dan kesungguhan.
Mereka juga manusia biasa juga seperti kita, namun karna kesungguhan mereka
untuk menuntu ilmu, jangankan dunia akhiratpun sudah mereka capai.
Mungkin
sekian dari penulis lebih dan kurang penulis minta maaf, karena penulis juga
manusia biasa, kesalahan datangnya dari penulis dan kebenaran hanya datang dari
Allah
Assalamualaikum
Wr.WB
Adapun foto-foto saya yang sedang mengkuti workshop / seminar 2016
Dan saya juga lagi selfie sama buku





Tidak ada komentar:
Posting Komentar